Pria Menjadi Lebih Bertenaga Setelah Mengonsumsi Tongkat Ali
Pria punya peluang lebih besar untuk meningkatkan performa mereka di ranjang dengan bantuan
Tongkat Ali. Pengujian awal oleh
Dr. Ismail Tambi
menunjukkan bahwa Tongkat Ali, suatu afrodisiak herbal yang berasal
dari akar tanaman Tongkat Ali, dapat meningkatkan gairah dan kemampuan
seksual pria.
Dikenal dengan nama Pasak Bumi di Indonesia, Tongkat Ali di Malaysia, dan juga
Eurycoma Longifolia sebagai nama ilmiah dan Latinnya, tanaman ini tumbuh di seluruh Asia Tenggara.
Dr. Ismail Tambi, selaku kepala Pusat Spesialis
Reproduksi Manusia di Dewan Nasional Populasi dan Pengembangan Keluarga
di Malaysia mengatakan bahwa 30 pria sehat dengan kisaran umur 31-52
tahun diberi 2 kapsul Tongkat Ali setiap hari selama 3 minggu.
Dilaporkan performa mereka di ranjang meningkat-ereksi lebih kuat dan
dalam beberapa kasus bertahan lebih lebih lama. Secara keseluruhan,
mereka merasa lebih jantan.
Kadar testosteron mereka, hormon pria yang memegang peran penting
dalam memicu gairah dan performa berlipat ganda dalam waktu 3 minggu.
Pada waktu yang sama, kadar hormon lain yang mencegah seks menurun.
Meski ada beberapa efek samping dengan menggunakan obat herbal
seperti sakit kepala dan pucat pada wajah, efek tersebut akan berkurang
setelah beberapa hari, kata
Dr. Ismail.
Sumber: The Singapore Straits Times, Feb 2003.
Menunjang Seksualitas & Rangsangan yang Sehat Bagi Pria
Dr. Simon Chua, Departement of Pharmaceutical Sciences, Wayne State University.
Dalam penelitian awal di Pusat Riset Reproduksi di Kuala Lumpur,
Malaysia, 30 pria yang sudah menikah berusia 31-52 tahun mengonsumsi
Tongkat Ali
secara rutin selama 3 minggu berturut-turut. Wawancara menunjukkan
bahwa 48 persen merasa bugar, aktif, dan bertenaga, dan 40 persen
merasakan pertambahan gairah seksual.
Para subyek menunjukkan kenaikan indeks testosteron bebas.
Peningkatan kadar testosteron membantu meningkatkan gairah seksual,
energi, dan massa otot pada binaragawan. Tingkat DHEA mereka, hormon
steroid penting lainnya, meningkat secara bertahap dari 26 persen
setelah 1 minggu menjadi 47 persen setelah 3 minggu. Sebagian besar
subyek menunjukkan peningkatan kepuasan dalam kesehatan dan performa
seksual mereka.
Sebagai tambahan, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa Tongkat
Ali bisa meningkatkan persediaan testosteron dan gairah seksual pada
tikus.
Sumber: Artikel dari buku Molecular Biology of the Cell, Diterbitkan 1 September 2002.
Mengoptimalkan Keseimbangan Hormon Seksual pada Pria
Dr. James Stoxen, (artikel berdasarkan penelitian
yang dilakukan oleh tim dokternya) Departement of Medicinal Chemistry
and Pharmacognosy, University of Illinois, Chicago.
Produksi Testosteron (hormon utama pria) menurun secara progresif
dari usia 40 tahun. Para ahli menyebutnya, "defisiensi androgen
sebagian pada pria berumur." Androgen adalah hormon steroid dengan efek
spesifik pada pertumbuhan jaringan (otot, lemak, kulit, rambut, dsb)
dan fungsi otak. Hormon ini memainkan peran penting pada pria dan
wanita, tapi diproduksi dalam jumlah yang lebih besar pada pria.
Setelah seorang pria mengalami pubertas, testis memproduksi sebagian
besar androgen, terutama testosteron. Diperkirakan Tongkat Ali bisa
menghambat umpan balik negatif ke hipotalamus dan kelenjar pituitary
sehingga tubuh terus memproduksi testosteron dalam jumlah yang lebih
besar.
Sumber: Bab 39 dari buku Eureka Bioscience Collection. Diterbitkan 3 Oktober 2003.
Evaluasi Aktifitas Khasiat Afrodisiak dari Eurycoma Longifolia
Ekstrak Butanol, metanol, air, dan chloroform dari akar
Eurycoma Longifolia Jack
diteliti dengan berbagai tes keampuhan pada tikus jantan. Hasilnya
menunjukkan bahwa ada peningkatan signifikan dan berulang pada refleks
penis sebagaimana dibuktikan pada peningkatan terjadinya ereksi pada
tikus jantan yang diujikan dalam periode observasi selama 30 menit.
Hasil-hasil ini menyediakan bukti lebih lanjut bahwa
E. Longifolia meningkatkan aktifitas khasiat afrodisiak pada hewan yang diujikan.
Sumber: Journal index for medicine© 2001 John Wiley & Sons, Ltd, Published on: Dec 2005.
Tongkat Ali Sebagai Suplemen Pengembang Otot
Oleh Serge Kreutz & Dan White
Kini sudah resmi secara ilmiah: Ekstrak
Tongkat Ali
menyebabkan pertumbuhan otot yang signifikan pada kaum pria. The
British Journal of Sports Medicine melaporkan bahwa dalam pengujian
ilmiah terkendali menggunakan plasebo, penggunakan ekstrak Tongkat Ali
menyebabkan kenaikan 5 persen pada masa otot kering dalam kelompok yang
menerima ekstrak.
Sementara tak ada perubahan yang signifikan ditemukan pada kelompok
yang menerima plasebo. Kenaikan 5 persen dalam waktu 5 minggu adalah
kenaikan besar. Itu akan terlihat jelas jika kenaikannya dihitung dalam
jangka waktu 1 tahun (5 minggu naik 5 persen; 52 minggu naik 50 persen).
Fakta menarik lainnya yang terdapat dalam artikel tersebut: "Lingkar
lengan kelompok yang menerima ekstrak meningkat pesat hingga 1,8 cm
setelah menerima suplemen. Dari 30,87 menjadi 32,67, tapi tak terlihat
kenaikan yang signifikan pada kelompok yang menerima plasebo."
Sumber: British Journal of Sports Medicine.
Efek Ergonenik dari Tongkat Ali (Eurycoma Longifolia)
Oleh Prof. S. Hamzah & Dr. A. Yusof
Penelitian Awal ini dilakukan oleh
Prof. S. Hamzah & Dr. A.
Yusof bekerja sama dengan
Departement of Exercise Physiology, Sports Centre, University of Malaya, 50603 Kuala Lumpur, Malaysia. Kesimpulan yang ditarik dari hasilnya membuktikan bahwa ekstrak akar
Tongkat Ali adalah jenis suplemen terbaik di antara bahan-bahan herbal lainnya yang berguna untuk meningkatkan kadar testosteron pada pria.
Eurycoma longifolia yang mengandung
quassinoid seperti
eurycomalacton, eurycomanon, dan
eurycomanol, telah dilaporkan memiliki khasiat afrodisiak dan mampu meningkatkan kadar testosteron pada pria.
Penelitian sebelumnya mengukuhkan bahwa pemberian suplemen
testosteron meningkatkan massa bebas lemak, kekuatan otot, dan massa
otot, yang penting untuk fungsi tubuh dan performa dalam olahraga.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki efek peningkatan
kadar testosteron yang didapatkan karena pemberian Eurycoma Longifolia
pada komposisi tubuh dan kekuatan otot serta ukuran pada pria. Empat
belas pria sehat mengikuti progam pelatihan kekuatan yang intensif
dengan beban awal 60 persen RM (2 set dengan 10 hitungan dengan
istirahat 1 menit antara tiap set untuk 10 perangkat) dua hari sekali
selama 5 minggu.
Secara simultan, 7 pria dipilih secara acak untuk mengonsumsi 100 mg/hari ekstrak
Eurycoma Longifolia yang larut dalam air dan 7 pria sisanya menerima plasebo. Intensitas latihan ditingkatkan 10 persen RM/minggu.
Komposisi tubuh, lingkar lengan, 1 pengulangan maksimal (1 RM), dan
kegiatan elektromiografi permukaan (sEMG) diukur dan dicatat satu hari
sebelum dan sesudah 5 minggu pemberian suplementasi dan intervensi.
Kelompok yang menerima ekstrak menunjukkan kenaikan signifikan pada
massa otot kering dari 52,26 menjadi 54,39. Tapi tak didapati perubahan
signifikan masa otot kering pada kelompok yang menerima plasebo.
Persentase lemak tubuh menurun tajam pada kelompok yang menerima
ekstrak dan plasebo, masing-masing dari 31,30 persen(5,48) menjadi
28,44 persen(6,43) dan dari 22,83 persen (2,43) menjadi 21,33 persen
(2,35). Tes 1 RM menunjukkan peningkatan signifikan dari 73,71 (16,63)
menjadi 78,71 (17,0) kg pada kelompok yang menerima ekstrak dan dari
77,29 (8,9) menjadi 79,43 (8,8) kg pada kelompok yang menerima plasebo.
Peningkatan kekuatan pada kelompok yang menerima ekstrak lebih besar
dibandingkan dengan kelompok yang menerima plasebo (6,78 persen dan
2,77 persen). Frekuensi rata-rata dari sEMG pada bisep di kelompok yang
menerima ekstrak dan plasebo menurun dari 121,77 (40,0) menjadi 90,47
(64,4) µV dan dari 127,95 (30,9) menjadi 98,8 (50,1).
Pemberian ekstrak menghasilkan penurunan 2,92 persen lebih besar
pada aktifitas listrik pada otot yang diukur di akhir eksperimen
dibandingkan dengan plasebo. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa
ekstrak larut air
Eurycoma Longifolia Jack meningkatkan massa
otot kering, mengurangi kadar lemak tubuh, dan meningkatkan kekuatan
dan ukuran otot. Oleh karena itu memiliki efek ergogenik.
Sumber: Departement of Exercise Physiology, Sports Centre, University of Malaya.